Tak jauh dari keraton kasepuhan, terdapat satu
masjid yang bersejarah di kota cirebon diperkirakan usia masjid tersebut lebih
dari 5 tahun, masjid tersebut adalah Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid yang
didominasi dengan tembok batu bata berwarna merah ini memiliki keunikan dan
mitos yang masih dilestarikan sampai saat ini. Salah satu mitosnya adalah
Muazin yang berjumlah 7 orang, asal usul cerita ini bearawal dari ketika zaman
dahulu agama hindu dan budha masih menguasai tanah cirebon.
Ketika wali mengenalkan agama islam, ada
sebagian kalangan yang tidak menyukainya sehingga di utuslah jin kafir untuk
mengisi Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Alhasil, umat islam yang saat itu sholat
di masjid ini banyak yang kemudian menjadi sakit bahkan meninggal dunia. Akhirnya
para wali songo bermusyawarah dan mencoba untuk mengumandangkan adzan oleh 7 orang sekaligus secara bersamaan. Namun
suatu ketika kubah masjid meledak dan ternyata cara itu mampu menetralkan
energi negatif yang bersarang di dalam masjid ini.
Oleh karena itu, hingga saat ini masyarakat
sekitar khususnya masyarakat cirebon masih melakukan kegiatan adzan pitu atau
dalam bahasa indonesia adzan (tujuh) pada waktu shalat jum’at tiba. Namun jika
hari-hari biasa tidak melakukan adzan pitu. Konon katanya banyak yang
mempercayai bahwa puing-puing dari momolo atau kubahnya perpindah tempat ke
masjid yang ada di banten.
No comments:
Post a Comment