Monday, 28 January 2019

7 Muazin di Masjid Agung Sang Cipta Rasa (adi chandra)



Tak jauh dari keraton kasepuhan, terdapat satu masjid yang bersejarah di kota cirebon diperkirakan usia masjid tersebut lebih dari 5 tahun, masjid tersebut adalah Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid yang didominasi dengan tembok batu bata berwarna merah ini memiliki keunikan dan mitos yang masih dilestarikan sampai saat ini. Salah satu mitosnya adalah Muazin yang berjumlah 7 orang, asal usul cerita ini bearawal dari ketika zaman dahulu agama hindu dan budha masih menguasai tanah cirebon.
Ketika wali mengenalkan agama islam, ada sebagian kalangan yang tidak menyukainya sehingga di utuslah jin kafir untuk mengisi Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Alhasil, umat islam yang saat itu sholat di masjid ini banyak yang kemudian menjadi sakit bahkan meninggal dunia. Akhirnya para wali songo bermusyawarah dan mencoba untuk mengumandangkan adzan oleh  7 orang sekaligus secara bersamaan. Namun suatu ketika kubah masjid meledak dan ternyata cara itu mampu menetralkan energi negatif yang bersarang di dalam masjid ini.
Oleh karena itu, hingga saat ini masyarakat sekitar khususnya masyarakat cirebon masih melakukan kegiatan adzan pitu atau dalam bahasa indonesia adzan (tujuh) pada waktu shalat jum’at tiba. Namun jika hari-hari biasa tidak melakukan adzan pitu. Konon katanya banyak yang mempercayai bahwa puing-puing dari momolo atau kubahnya perpindah tempat ke masjid yang ada di banten.

No comments:

Post a Comment