Gaya arsitektur masjid mengambil perpaduan gaya Jawa dan Hindu Majapahit. Hal ini bisa di lihat dari gapura dibagian halaman masjid dan serambi, serta atap masjid yang menyerupai rumah joglo, yaitu rumah adat masyarakat Jawa.
Seacara umum, masjid ini mempunyai 9 pintu sebagai jalan masuknya. Satu pintu utama dan delapan di sisi kanan dan kiri. Pintu utama masjid yang berukuran 240cm hanya dibuka pada saat sholat jumat dan hari besar islam lainnya. Sedangkan pintu dibagian samping dibuat lebih rendah dengan ukuran 160cm. Hal ini menyimbolkan bentuk penghormatan dan merendahkan diri saat memasuki masjid. Selain itu juga bertujuan untuk menyamakan bahwa kedudukan manusia dimata tuhan sama dan sederajat.
Pada bagian mihran atau tempat imam memimpin sholat terdapat tiga ubin yang dipasang oleh sunan gunung jati, sunan gunung jati,sunan kalijaga, dan sunan bonang.
Mimbar dibangun menyerupai kursi dengan tiga anak tangganya. Mimbar yang diberi nama sang ranggakosa ini terukir motif membentuk bunga dan rantai disetiao sisinya.
Masjid sang cipta rasa memiliki makna bangunan yang agung,sengaja dibangun untuk dipergunakan umat untuk beribadah kepada sang maha pencipta, Allah SWT. Hal ini tercermin dalan tiga kata yang memawakili nama masjid,yaitu sang yang berarti keagungan, cipta yang bermakna dibangun, dan rasa yang berarti digunakan.
Selain itu terdapat sumur zam-zam atau disebut bayu cis oleh masyarakat setempat, konon katanya ajr yang mengalir dari sumur ini dapat mengobati berbagai macam penyakit dan memudahkan rezeki bagi orang yang meminumnya.
No comments:
Post a Comment