Di dalam Masjid Agung Sang Cipta Rasa ada dua
Maksurah, yaitu satu Maksurah ditempatkan di shaf paling depan bersebelahan
dengan mimbar, satu Maksurah lagi ditempatkan pada shaf paling belakang
disebelah kiri pintu masuk utama. Layaknya seperti sebuah masjid kerajaan di
masjid Agung Sang Cipta Rasa ini juga disediakan tempat untuk shalat khusus
bagi keluarga kerajaan atau Maksurah berupa area yang dipagar dengan pagar kayu
berukir. Maksurah yang ditempatkan di shaf paling depan di sebelah mimbar itu diperuntukan bagi
sultan dan keluarga keraton kasepuhan, Maksurah yang ditempatkan di shaf paling
belakang di samping kiri pintu utama itu di peruntukan bagi sultan dan keluarga
keraton kanoman.
Maksurah banyak ditemui di masjid-masjid tua
arabia, afrika utara hingga wilayah-wilayah bekas kekuasaan emperium turki
usmani. Fungsi awalnya adalah sebagai perlindungan bagi sultan dan pejabat
tinggi kerajaan selama melaksanakan shalat di masjid dari kemungkinan serangan
fisik terhadap petinggi kerajaan. Di dalam Maksurah ini pada masanya juga
dilengkapi dengan senjata ringan pembelaan diri seperti tombak dan lainnya.
Bentuk tempat
beribadahnya bagi sultan dan keluarga keratin kasepuhan dan keluarga keraton kanoman
dengan bentuk ukuran 2m persegi, para pengunjung tidak diperbolehkan untuk
memasuki tempat tersebut demi menjaga keutuhan tempat beribadahnya para sultan
dan keluarga keratin kasepuhan dan keratin kanoman. Konon katanya apabila ada
masyarakat yang tertidur ditempat itu akan dipindahkan posisi dirinya ketika
tidur ketempat yang lain oleh penunggu tempat tersebut.
No comments:
Post a Comment