Bangunan utama (asli) masjid Agung Sang Cipta
Rasa memiliki sembilan pintu yang menyimbolkan sembilan wali (wali songo) yang
turut berkontribusi aktif dalam proses pembangunannya pintu utamanya berada
disisi timur sejajah dengan mihrab namun pintu utama ini nyaris tak pernah di
buka kecuali pada saat shalat jum’at, shalat hari Raya dan peringatan hari
besar islam. Delapan pintu lainnya di tempatkan disisi utara dan selatan (kanan
dan kiri) bangunan utama dengan ukuran sangat kecil di bandingkan ukuran normal
sebuah pintu.
Pada hari biasa ada hanya satu pintu yang
senantiasa dibuka oleh pengurus masjid yakni satu pintu disisi kanan bangunan,
seluruh delapan pintu samping masjid ini sengaja di buat dalam ukuran kecil dan
sempit memaksa setiap orang dewasa yang ingin masuk ke dalam masjid agar
menundukan kepalanya hal itu menyimbolkan penghormatan dan merendahkan diri dan
rendah hati manakala memasuki masjid. Delapan pintu samping ini juga dilengkapi
dengan daun pintu yang ukurannya juga kecil dan di beri cat berwarna hijau dan
sepi dari ukuran. Berbeda dengan pintu utamanya yang berukuran besar dan penuh
dengan banyak ukiran yang sangat indah. Ruang dalam masjid ini juga tidak
digunakan untuk shalat berjamaah lima waktu. Pelaksanaan shalat lima waktu
dialih fungsikan diarea pendopo depan. Sebuah partisi berukir dari kayu jati di
sisi depan area pendopo sebagai penanda tempat bagi imam.
No comments:
Post a Comment